Disuatu ketika,
daku bersama teman dan seisinya,
menuggu sasa-saat amanah bertukar ganti,
waktu itu...aku melihat rkan-rakan yang lainnya,
sedang berjabat salam,
meneruskan akad keberatan,
menjadi pilihan singgahsana,
yang tidak disangka-sangka,
ada jiwa-jiwa yang dulunya menangisi hadiah itu,
dan ada juga yang berbunga riang,
kerna aku...telah tercipta untuk itu...
Aku kini,
sudah menjadi salah seorang pemilik kerajaan ini,
amanah yang dipikul semakin berat,
semakin hebat dan terus menghantui jiwa-jiwa,
melaksanakannya bukan selantang kata-kata,
memilikinya pula bukan untuk mendabik dada,
atau mengejar pangkat dan nama,
tetapi...apa yang dipikul sudah menjadi ijtihad,
malah sudah membuka tirai cahaya keakraban...
Kini detik ini,
semakin bermula,
tangan yang dulunya menggenggam secebis mutiara,
terpaksa aku lepaskan,
menunggu saat-saat loceng berbunyi,
maka hadiah itu menarik nafas laju,
membuka diari baru,
maka aku menutup gerbang,
singgahsana pengorbananku...
Hati aku semakin tawar,
semakin sebak menangis rasa.
pintu itu ku pandang semakin luas terbuka,
untuk aku keluar,
dan terus...memadamkan nama,
tetapi...sedarlah,
ukhwah kita tidak terhenti disini,
memori yang tercipta,
akan ku kunci didalam kuntuman bunga,
dan juga kan diukir didalam bingkai epilog kaseh kita...
hasil nukilan:
siti nur bealqees binti lokmaN
(putri_mustion21@yahoo.com)
khas untuk kawan-kawan asasi...
''HARI PEMBUBARAN PERSIS''
daku bersama teman dan seisinya,
menuggu sasa-saat amanah bertukar ganti,
waktu itu...aku melihat rkan-rakan yang lainnya,
sedang berjabat salam,
meneruskan akad keberatan,
menjadi pilihan singgahsana,
yang tidak disangka-sangka,
ada jiwa-jiwa yang dulunya menangisi hadiah itu,
dan ada juga yang berbunga riang,
kerna aku...telah tercipta untuk itu...
Aku kini,
sudah menjadi salah seorang pemilik kerajaan ini,
amanah yang dipikul semakin berat,
semakin hebat dan terus menghantui jiwa-jiwa,
melaksanakannya bukan selantang kata-kata,
memilikinya pula bukan untuk mendabik dada,
atau mengejar pangkat dan nama,
tetapi...apa yang dipikul sudah menjadi ijtihad,
malah sudah membuka tirai cahaya keakraban...
Kini detik ini,
semakin bermula,
tangan yang dulunya menggenggam secebis mutiara,
terpaksa aku lepaskan,
menunggu saat-saat loceng berbunyi,
maka hadiah itu menarik nafas laju,
membuka diari baru,
maka aku menutup gerbang,
singgahsana pengorbananku...
Hati aku semakin tawar,
semakin sebak menangis rasa.
pintu itu ku pandang semakin luas terbuka,
untuk aku keluar,
dan terus...memadamkan nama,
tetapi...sedarlah,
ukhwah kita tidak terhenti disini,
memori yang tercipta,
akan ku kunci didalam kuntuman bunga,
dan juga kan diukir didalam bingkai epilog kaseh kita...
hasil nukilan:
siti nur bealqees binti lokmaN
(putri_mustion21@yahoo.com)
khas untuk kawan-kawan asasi...
''HARI PEMBUBARAN PERSIS''


08:06
Usuluddin Multimedia

Posted in:

0 comments:
Post a Comment